Saturday, July 30, 2011

MENGAPA "SEKOLAH CENDOL"

Dari candaan muncullah sebuah value. Good value!! Tadinya saya hanya bercanda tentang CENDOL di diskusi perdana kita, Jumat lalu. Kemudian Reni Teratai Air dan Mayoko Aiko makin seru dan heboh dengan itu. Entahlah ... entah kenapa saya lantas tergelitik menciptakan istilah "KELAS CENDOL" untuk ruang diskusi di grup ini. Saya pikir ini Intervensi Illahi (saya sering memparodikannya dengan 'Bantuan Para Hantu') karena ternyata cendol punya kisah istimewa! Betapa tidak ...



CENDOL ternyata ada (memiliki) filosofi dan sejarahnya ...



Nama asli bagi cendol ialah chorn dooi yang berarti TOLONG. Karena pada ketika itu membuat cendol amat sukar dan memerlukan pertolongan beberapa orang lain. Chorn dooi diambil dari bahasa Selatan Thailand (bahasa Melayu Patani), dahulunya Negara Islam Patani. Setelah ditaklukkan oleh kerajaan Thai maka beramai-ramai penduduk negara Patani berpindah ke negeri-negeri di Tanah Melayu dan memperkenalkan sejenis minuman manis ini.

PENJAHAT KULINER said: "Jangan kira cendol minuman khas Indonesia! Salah!"



Subhanallah ... ternyata eh ternyata ... CENDOL = TOLONG

So, guys ... silahkan mengapresiasi dan memfilosofikannya sendiri.



Yang saya ingin bisikkan pagi ini adalah: Ternyata ngebodor, guyon, canda, seru2an, gokil2an pun bisa jadi luar biasa positif dan penuh berkah pada akhirnya, asal kita tulus dan punya niat baik. Dan TOLONG-MENOLONG adalah salah satu bentuk interaksi sosial dan karitas yang sangat-sangat-sangat baik adanya.



Salam 'tidak perlu' Super!



Donatus A. Nugroho

0 comments:

Post a Comment

Tinggalkan jejak ya setelah berkunjung :)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Walgreens Printable Coupons